Rabu, 03 Juli 2013

MAKALAH Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komunis





MAKALAH
Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komunis

 

Oleh :

FAISOL HUDA
NIM : B74210076

DOSEN :
Mochamad Muklish, S.Sos.I, M.Si.
Kode MK : MDA001


JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2010




KATA PENGANTAR
Pujian dan kesyukuran hanya bagi Allah. Karena-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah yang akan datang pembahasannya ini.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Mochamad Muklish, S.Sos.I, M.Si. selaku dosen pembimbing mata kuliah bersangkutan.
Tiada daya dan upaya yang kami miliki, untuk itu tentunya makalah ini tidak terlepas dari kesalahan, baik dalam redaksinya maupun isi yang ada dalam pembahasan makalah ini. Kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan untuk kesempurnaan makalah berikutnya.



Penyusun




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ iii

BAB I       :  PENDAHULUAN............................................................................ 1
                     1.1 LATAR BELAKANG................................................................. 1
2.2 RUMUSAN MASALAH............................................................. 1
A.    Apa itu Idiologi Pancasila............................................... ....... 1
B.     Apa itu Idiologi Komunis....................................................... 1
C.     Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komunis........ 1



BAB  II     :  PEMBAHASAN
A.    Apa itu Idiologi Pancasila............................................................. 2
B.     Apa itu Idiologi Komunis...................................................... ....... 2
C.     Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komunis....... ....... 4


BAB III    :  KESIMPULAN................................................................................. 5
BAB  IV    :  PENUTUP......................................................................................... 6


                                   


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
            Istilah idiologi berasal dari kata ‘idea’ yang berarti ‘gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita’ yang berarti ‘ilmu’. Kara ‘idea’ berasal dari kata bahasa Yunani ‘edios’ yang artinya ‘bentuk’. Disamping itu ada kata ‘idien’ yang artinya ‘melihat’. Kasecara harafiah, idiologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar. Dlam pengertian sehari-hari, ‘idea’ disamakan artinya dengan ‘cita-cita’. Cita-cita yang dimaksut adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai, sehingga cita-cita bersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar, pandangan atau faham. Memang pada hakekatmya,antara dasar dan cita-cita itu seharusnya dapat merupakan suatu kesatuan. Dasar ditetapkan karena atas suatu landasan, asas atau dasar yamg telah ditetapkan pula. Dengan demikian idiologi mencangkup pengertian tentang idea-idea, pengertian dasar, gagasan dan cita-cita.
            Apabila ditelusuri secara hestoris istilah idiologi pertamakali dipakai dan ditemkan oleh seorang perancis. Seperti halnya Leibniz, de Tracy ‘idiologi’, yaitu ‘science of ideas’, suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan intitusional dalam masyarakat Perancis. Namun Napolion mencemoohkannya suau khayalan belaka, yang tidak mempunyai arti praktis [1].
            Perhatian terhadap konsep idiologi menjadi berkembang, idiologi menjadi vokabuler penting didalam pemikiran politik maupun ekonomi, idiologi adalah pandangan hidup yang di kembangkan berdasarkan kepentingan golongan atau kelas sosial tertentu dalam didang politik atau sosial ekonomi. Dalam artian ini idiologi menjadi bagian dari apa yang di sebutnya Uberbau atau suprastruktur (bangunan atas) yang didirikan di atas kekuatan-kekuatan yang memiliki faktor-faktor produksi yang menerapkan contohyan, dan karena itu kebenarannya relatif, dan semata-mata hanya denar bagi golongan tertentu,[2]
            Penertian ‘’idiologi’’ secara umum dapa dikatakan sebagai kumpulan gagasan-gagasan, ide-ide, keyakinan-keyakina, kepercayaan-kepercayaan, yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut:
a. Bidang Politik (termasuk bedang pertahanan dan keamanan),
b. Bidang sosial,
c. Bidang kebudayaan,
d. Bidang Keagamaan,[3]

2.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian diata,pokok pembahasa yang akan dipecahkan dalam makalah ini adalah :
  1. Apa itu Idiologi Pancasila …………………………………………… ?
  2. Apa itu Idiologi Komomis …………………………………………... ?
  3. Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komomis …………… ?

BABII
PEMBAHASAN
A.    Idiologi Pancasila.
Ideologi Pancasila adalah merupakan dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam pemerintahan. Sehingga kita sebagai warga negara Indonesia tidak perlu meragukan konsistensi atas Ideologi Pancasila terhadap agama. Tidak perlu berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi berbasis agama dengan alasan bahwa ideologi Pancasila bukan ideologi beragama. Ideologi Pancasila adalah ideologi beragama.[4]
 Suatu idiologi pada suatu bangsa pada hakekatnya memiliki ciri khas serta kraktristik masing masing sesuai dengan sifat dan ciri khas bangsa itu sendiri. Namun denikian dapat juga terjadi bahwa ideologi pada suatu dangsa datang dari luar dan dipaksakan keberlakuannya pada bangsa tersebut sehingga tidak mencerminkan kepribadian dan kraktristik bangsa tersebut. Idiologi Pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Indonesia berkembang melalui suatu proses yang cukup panjang. Pada awalnya secara kualitas bersumber dari nilai-nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai pandanga hidup bangsa. Oleh karena itu nilai-nilai Pancasila berasal dari nilai-nilai pandangan hidup bangsa telah di yakini kebenarannya kemudian diangkat oleh bangsa Indonesia sebagai dasar filsafat Negara dan kemudian menjadi idiologi bangsa dan Negara. Oleh karena itu edeologi pancasila, ada pada kehidupan bangsa dan terkait pada kehidupa bangsa dalam rangka bermasarakat,berbangsa dan bernegara
Idiologi pancasila mendasarkan pada hakikat sifat kodrat manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. Oleh karena itu dalam idiologi pancasila mengakuai atas kebebasan dan memerdekakam individu, namun dalam hidup berbangsa juga harus memakai hak dan kebebasan orang lain secara bersama sehingga dengan demikian mengakui hak-hak masarakat selain itu bahwa manusia menurut pancasila membentuk kodrat sebagai makhluk peribadi dan sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu nilai-nilai ketuhanan senantiasa menjiwai kehidupan manusia dalam hidup Negara dan masarakat. Kebebasan manusia dalam rangka demokrasi tidak melalui hakekat nilai-nilai ketuhanan, bahkan nilai ketuhanan terjelma dalam bentuk morol dalam kebebasan ekspersi kebebesan manusia [5]

B.     Idiologi Komomis.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme di awal abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dengan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.[6]
 Berbagai macam konsep dan paham sosialisme sebenarnya hanya paham komunismelah sebagai paham yang paleng jelas dan lengkap. Paham ini adalah sebagai bentuk reaksia atas perkembangan masarakat kapitalis sebagai hasil dari ideology liberal. Berkembangnya paham individualisme liberalisme yang berakibat munculnya masyarakat kapitalis menurut paham ini mengakibatkan penderitaan rakyat, komunisme muncul sebagai reaksi atas penindasan rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung pemerintah. [7]
            Bentrok belakang dengan paham libralisme individualisme, maka komunisme yang di cetuskan melalui pemikiran Karl Marx memandang bahwa hakekat, kebebasan hak individu itu tidak ada. Idiologi komumisme mendasarkan suatu keyakinan bahwa manusia pada hakekatnya adalah hanya mahluk social saja. Manusia pada hakekatnya adalah merupakan sekumpul reaksi, sehingga yang masuk adalah komunisme dan bukan individualitas. Hak milik pribadi tidak ada karena hal ini akan menimbulkan kapitalisme yang pada gilirannya akan melakukan penindasan pada kaum lemah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kaum individualisme merupakan sumber penderitaan masyarakat. Oleh karena itu hak individu harus diganti dengan hak milik sesama, individualisne diganti sosislisme komunis. Oleh kerenanya tidak ada individu, maka dapat dipastikan bahwa menurut paham komonisme bawa demokrasi individualis itu tidak ada yang ada adalah hak komunal.
            Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas yang saling berintraksi secara dialiktis, yaitu kelas kapitalis dan kelas proletar,buruh. Walaupun kedua hal tersebut bertentangan namun saling membutuhkan. Kelas kapitalis senantiasa melakukan penindasan atas kelas buruh. Oleh karena itu harus di lenyapkan. Halini hanya bias dilakukan dengan melalui suatu revolusi. Hal inilah yang merupakan konsep kaum komunis untuk melakukan suatu perubahan terhadap struktur masyarakat. Untuk mengubah suatu supra srtuktur masyarakat harus dilakukan dengan mengubah secara revoluioner infrastuktur masarakat. Menurut komunisme idiologi hanya dipruntukkan bagi masarakat secara keseluruhan. Etika ideologi  komunisme adalah mendasarkan suatu kebaikan hanya pada kepentingan demi keuntungan kelas masyarakat secara totalitas. Atas dasar inilah maka komunisme mendasarkan moralnya pada kebaikan yang relative demi keuntungan kelasnya. Oleh karena itu segala cara dapat dilakukan.[8]
            Dalam kaitannya denga Negara, bahwa Negara adalah sebagai manifestasi dari manusia sebagai mahluk komunal. Mengubah masyarakat secara revolusioner hatus berakhir dengan kemenagan pada pihak kelas proletar. Sehingga pada gilirannya pemerintah Negara harus dipegang oleh orang-orang yang meletakkan kepentingan pada kelas proletar. Demikian juga denga hak asasi dalam Negara hanya berpusat pada hak kolektif. Sehingga hak individual pada hakekatnya adalah tidak ada. Atas dasar inilah maka sebenarnya konumisme adalah arti demokrasi dan hak asasi manusia. [9]
Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun 1991, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikhail Gorbachev. Namun komunisme yang murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk sosialisme (Uni Soviet dan negara-negara komunis lainnya). Dan walaupun komunis sosialis hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif memperjuangkan hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis dan ekonomi telah dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di Nikaragua.[10]

C.    Perbedaan Idiologi Pancasila dengan Idiologi Komomis [11]

Apek ideologi
Pancasila
Idiologi Komomis
Politik  hokum
Ø  Demokrasi Pancasila
Ø  Hukum untuk menjunjungtinggi keadilan dan keberadaan individu dan masyarakat.

Ø  Demokrasi Rakyat
Ø  Berkuasa untuk suatu parpol
Ø  Hukum untuk melanggengkan komonis
Ekonomi
Ø  Peranan Negara ada untuk terjadi monopoli dll, yang merugikan masyarakat
Ø  Peranan Negara dominan
Ø  Demi Kolektifitas berarti dimi Negara
Ø  Monopoli Negara

Agama
Ø  Bebas memelih suatu agama
Ø  Agama harus menjiwai dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara

Ø  Agama candu masarakat
Ø  Agama harus dijauhkan dari masyarakat Atheis

Pandangan terhadap individu dan masyarakat
Ø  Individu diakui kebudayaannya
Ø  Hubungan individu dan masyarakat di landasi 3s (selaras,serasi dan seimbang )
Ø  Masarakat ada karena individu, akan punya arti apabila hidup di tangan masyarakat

Ø  Individu tidak penting, masyarakat juga tidak penting
Ø  Kholektifitas yang dibentuk Negara lebih penting
Ciri khas
Ø  Bebas memilih salah satu agama
Ø  Agama harus menjiwai dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara
Ø  Atheis
Ø  Dogmatis
Ø  Otoriter
Ø  Ingkar(HAM)
Ø  Reaksi terhadap liberalisme dan kapitalis

BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan-pembahasan yang telah terpapar sebelumnya, dapatlah ditarik satu benang merah bahwa  Membentuk kepribadian seseorang menjadi insan kamil itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi membutuhkan suatu ijtihad  yang sungguh-sungguh dari firman-firman ALLAH saw. Dalm Surat AN NISSA ayat: 59

Artuya;.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Itulah yang disebut negara. Pancasila punya negara dan negara diatur oleh ulil amri (pemerintah). Oleh karena itu kita harus patuh kepada Pancasila. Kalau kita patuh kepada Pancasila berarti kita patuh kepada ulil amri. Selesai? Belum, masih jauh.
Kita baca bagian ayat tersebut" jika kamu berlainnan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah". Berantem-Berantem tentang Pancasila. Apakah Pancasila itu betul atau tidak betul dalam agam Islam. Kalau tidak betul ia harus diganti dengan yang sesuai dengan Islam. Kalau sesuai Islam, maka mau tidak mau kita harus taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada pemerintah. Kalau kita taat kita mendapat pahala dari Allah.
Sekarang apakah pancasila sudah sesuai dengan Islam. Banyak hal yang dipertanyakan. Tetapi dalam pandangan saya, Pancasila sudah dalam beberapa derajat, dalam beberapa ukuran sudah sesuai dengan Islam. Dalam masyarakat Islam terbesar, itulah yang disebut ideologi.






BAB IV
PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat saya sampaikan. saya sadar bahwa dalam penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata. Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif saya  harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan makalah-makalah selanjutnya.
Dan semoga apa yang telah saya buat ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang budiman dan khususnya bagi saya sendiri. Aminnn……


DAFTAR PUSTAKA


Kaelani, Pendidikan Pancasila, Yogyakarta: Paradigma,2008.

Soejono Soemargono, idiologi pancasila sebagai penjelmaan filsafat, hal 8.






futnot

[1] Destutt de Tracy,tahun 1796.
[2] Karl Marx
[3] Soejono Soemargono, idiologi pancasila sebagai penjelmaan filsafat, hal 8.
[4] http://www.detiknews.com/indexfr.php
[5] KAELAN, pendidikan pancasila, hal13
[6] http://www.detiknews.com/indexfr.php
[7] Ibit
[8] KAELAN, pendidikan pancasila, hal 145
[9] Ibit
[10] http://www.detiknews.com/indexfr.php
[11] Ibit












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

http://www.facebook.com/theicol