Senin, 15 Juli 2013

SEJARAH FILSAFAT ILMU



SEJARAH FILSAFAT ILMU


NO
TOKOH
THN
ALIRAN
PEMIKIRAN
ZAMAN KLASIK (SEBELUM MASEHI)
1.
Thales
(± 624-546 SM)
Helenisme
Bahwa prinsip itu adalah air, air sumber kehidupan
2.
Anaximander
(± 610-540 SM)
Kosmologi
Segala sesuatu berasal dari "yang tak terbatas",
3.
Anaximenes
(± 585-525 SM)
Kosmologi
 Udara-lah yang merupakan unsur induk segala sesuatu.

4.
Pythagoras
(572-497 SM)

Suatu gejala fisis dikusai oleh hukum matematis. Bahkan katanya segala-galanya adalah bilangan.

5.
Herakleitos
SM

Api sebagai dasar segala sesuatu.
6.
Parmenides
SM

Bahwa yang ada itu ada, yang tidak ada itu tidak ada. Konsekuensi dari pernyataan ini adalah yang ada 1) satu dan tidak terbagi, 2) kekal, tidak mungkin ada perubahan, 3) sempurna, tidak bisa ditambah atau diambil darinya, 4) mengisi segala tempat
7.
Empedokles
SM
Pluralisme
Realitas terdiri dari banyak unsur. Empedokles menyatakan bahwa realitas terdiri dari empat rizomata (akar) yaitu api, udara, tanah dan air.
8.
Anaxagoras
SM
Pluralisme
Setiap unsur hanya memiliki kualitasnya sendiri seperti api adalah panas dan air adalah basah.
9.
Epikuros,
Leukippos dan Demokritos
SM

Realitas terdiri dari banyak unsur yang tak dapat dibagi-bagi lagi, karenanya unsur-unsur terakhir ini disebut atomos.
10.
Socrates
(± 470-399 SM)

Perpaduan antara filsafat alam dan filsafat tentang manusia. Ajaran dan kehidupan adalah satu dan tak dapat dipisahkan dengan lainnya.
11.
Plato
(429- 347 SM)
Illuminasionis
Filsafat pada intinya tidak lain daripada dialog, dan filsafat seolah-olah drama yang hidup, yang tidak pernah selasai tetapi harus dimulai kembali.
Ada tiga ajaran pokok dari plato yaitu tentang idea, jiwa dan metode pengetahuan.
12.
Aristoteles
(384-322 SM)
Peripatis
Pembagian filsafat menjadi 2, yaitu teoritis dan praktis. Teoritis mencakup logika, metafisika, dan fisika. Praktis mencakup etika, ekonomi, dan politik.
13.
Marcus Tullius Cicero
(106-43 SM)

Stoicisme
Semua manusia mempunyai sekumpulan ide yang umum. Ide-ide itu berperan dalam synkatathesis (penerimaan proporsi-proporsi kebenaran).







PERIODE ABAD PERTENGAHAN
14.
Plotinos
(205-270)

Seluruh kenyataan merupakan suatu proses "emanasi" (penampakan) yang berasal dari yang esa dan yang kembali ke yang esa.
15.
al-Kindi
(801-866)


Metode logika untuk mencari kebenaran, matematika dan fisika.
16.
Al-Farabi
(870-950)

Al-farabi yang mengeksplorasi ilmu geometri dan mekanika sekaligus ia seorang
17.
Ibn Sina
(980-1037)

Ibn shina dikenal sebagai peletak dasar kaidah kedokteran dengan kitabnya yang berjudul qanun fi al-thibb
Abad XVII- XIX (ABAD MODERN)
18.




Rene Descartes
Benedictus
G.W. Leibniz
Blaise Pascal

(1596-1650)
(1596-1650)
(1646-1716)
(1623-1662)
Rasionalisme
Filsafat rasionalisme sangat menjunjung tinggi akal sebagai sumber dari segala pembenaran. Segala sesuatu harus diukur dan dinilai berdasarkan logika yang jelas. Titik tolak pandangan ini didasarkan kepada logika matematika.
19.
John Locke
George Berkeley
David Hume
(1632-1704)
(1685-1753)
(1711-1776)
Empirisme
Menyatakan bahwa tidak ada sesuatu dalam pikiran kita selain didahului oleh pengalaman.
20.
Immanuel Kant
(1724-1804)
Transendental atau Filsafat Kritisisme.
Pengetahuan harusnya sintesis a priori, yakni pengetahuan harus bersumber dari rasio dan empiris dan sekaligus bersifat apriori dan aposteriori.


1 komentar:

http://www.facebook.com/theicol